Siapakah Legislator Di kontak Sambo

Siapakah Legislator Di kontak Sambo, Terkait Skenario Bunuh Yosua?

Siapakah Legislator Di kontak Sambo, Kasus Irjen Ferdy Sambo yang mengotaki pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J merembet hingga ke gedung parlemen. Terungkap anggota DPR RI dihubungi Ferdy Sambo terkait skenario untuk menutupi pembunuhan Brigadir Yosua.

baca juga: Bapak-Ibu Ingat! Masak Nggak Pakai LPG

Terseretnya anggota DPR dalam kasus Ferdy Sambo, berawal dari Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR memanggil Menko Polhukam

sekaligus Ketua Kompolnas Mahfud Md dan Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso.

“MKD telah menjadwalkan pengundangan Menko Polhukam/Ketua Kompolnas Mahfud Md dan Ketua IPW Sugeng Teguh Santosa hari Kamis,

25 Agustus 2022 mendatang, kata Wakil Ketua MKD DPR Habiburokhman kepada wartawan, Jumat (19/8) lalu.

Kedua tokoh itu hadir untuk memberikan keterangan dari informasi yang di dapatnya. “Kami berharap kedua tokoh tersebut berkenan hadir

dan memberikan keterangan,” ujarnya. Sugeng di periksa soal pengakuannya yang mendapat informasi terkait aliran dana ke anggota DPR di kasus Ferdy Sambo.

Sedangkan Mahfud, terkait informasi keterlibatan anggota DPR di kasus Ferdy Sambo. Pak Sugeng kami undang terkait pemberitaan

bahwa beliau pernah mengatakan mendapat informasi adanya aliran dana ke anggota DPR terkait kasus Ferdy Sambo,” ujar Habiburokhman.

“Sementara Pak Mahfud kami undang untuk kami mintai keterangan apakah beliau mengetahui ada anggota DPR yang turut terlibat menyusun skenario rekayasa kasus Ferdy Sambo,” lanjutnya.

Kompolnas-Anggota DPR Ditelepon Sambo

Mahfud Md yang memenuhi panggilan MKD DPR menjelaskan bahwa Ferdy Sambo sempat melakukan prakondisi sebelum

kasus penembakan Brigadir Yosua mencuat ke publik. Menurut Mahfud, Sambo menghubungi Kompolnas, Komnas HAM, dan anggota DPR.

“Di situ sebenarnya Sambo itu menskenariokan agar orang percaya bahwa terjadi tembak-menembak dan dia dizalimi.

Untuk itu, dia membuat prakondisi. Apa prakondisi? Menghubungi beberapa orang. Nah, beberapa orang itu karena menyangkut di kantor saya dan di mitra kerja saya, saya ambil namanya. Nah, ada beberapa lagi orang anggota DPR,” kata Mahfud saat rapat verifikasi MKD DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/8).

Mahfud enggan menyebut nama anggota DPR itu yang dia akui sudah ada di kantongnya. Mahfud menyebut tidak mengetahui apakah pelapor atas pemanggilannya ke MKD DPR ini berdasarkan aduan dari anggota DPR tersebut.

Meski demikian, Mahfud menyebut orang yang dihubungi Sambo, termasuk anggota DPR itu, tak melakukan pelanggaran pidana. Dengan begitu, dia menilai tidak perlu anggota DPR tersebut diadili oleh MKD DPR.

“Nah, di situ saya tidak sebut. Karena saya tidak sebut, saya tidak tahu apakah yang akan diadili yang ada di kantong saya tentang nama itu. Dan saya tidak harus mengeluarkan nama itu karena beberapa hal. Pertama, orang dihubungi orang itu bukan pelanggaran,” ujarnya.

“Misal Saudara semua ditelepon oleh Sambo, kan bukan pelanggaran, kenapa harus diadili?” imbuhnya.

Selain itu, Mahfud enggan menyebut nama anggota DPR tersebut lantaran dia tak bisa mengkonfirmasi ke orang yang bersangkutan. Menurutnya, orang itu tak bisa dihubungi.

“Saya punya nama tapi tidak saya sebut karena ketika saya menghubungi yang bersangkutan teleponnya tidak diangkat, sehingga kalau saya sebut tidak etis,” tutur dia.

Mahfud lalu menyampaikan bahwa pihaknya mengkonfirmasi kepada Kompolnas, Komnas HAM, dan pihak lainnya. Dia menegaskan kembali bahwa tak ada unsur pidana apabila yang bersangkutan hanya dihubungi oleh Sambo terkait kejahatannya itu.

“Dan yang dihubungi itu Komnas HAM, Kompolnas, beberapa pemimpin redaksi yang sudah saya hubungi dan benar. Nah, yang (soal) dibayar ini saya telepon, ‘ndak’. Jadi saya katakan, ‘silakan, tidak ada tindak pidananya’, di sini saya katakan. Apalagi kalau cuma ditelepon, dihubungi, itu bukan tindak pidana, cuma mungkin orangnya tidak enak kalau nyebut,” ujar Ketua Kompolnas itu.

2 Anggota DPR Hubungi Ketua IPW

Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso mengungkapkan ada dua anggota DPR yang disebut sempat mengikuti narasi awal kasus Irjen Ferdy Sambo. Sugeng menyebut kedua orang ini menghubunginya membahas kasus Sambo.

“Yang bersangkutan menelepon saya, 12 Juli. Ada satu sedikit ketegangan ketika saya dihubungi (anggota DPR). Karena saya tersinggung ketika dia bilang panggil ‘Dinda’. Orang ini saya tidak tahu ya, saya tidak sebut namanya. Memang dia anggota Dewan. Dia apakah lebih tua dari saya atau tidak, yang pasti saya tidak pernah jadi adik asuhnya,” kata Sugeng dalam rapat klarifikasi MKD DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/8).

“‘Jadi Anda memanggil saya Dinda dan Anda Kanda?’ saya bilang. Di telepon saya marah. Tapi dia akhirnya kaget, rupanya saya tidak bisa digertak,” imbuh dia.

Sugeng mengaku memperingatkan anggota DPR itu. Setelah itu, kata dia, suasana menjadi reda. Dia kemudian menanyakan kepada anggota DPR itu mengapa menghubunginya. Sugeng menyebut anggota DPR itu menceritakan kasus Ferdy Sambo seperti narasi awal.

“Jadi dia bilang, FS ini korban. FS ini dizalimi. Harga dirinya diinjak-injak. Dan dia sangat menyesal kenapa bukan dia yang menembak. Saya dengarin, ‘Jadi gimana, Bos’. ‘Ya begitu. Jadi kejadiannya seperti itu, bahwa dia itu istrinya dilecehkan’. Persis sama dengan yang sama dilontarkan oleh Karopenmas. Saya bilang, ‘Oke, informasi ini saya tampung’,” katanya.

Sugeng lalu menceritakan satu anggota Dewan lainnya yang sempat menghubunginya. Menurut Sugeng, anggota Dewan ini menghubunginya lantaran merasa tersinggung disebut mempengaruhi dia terkait skenario awal Sambo.

Lagi satu anggota DPR dia menelpon. Saya telepon balik, karena ditanya ada apa sih, saya cuma nelepon. ‘Ini Bang soal kasus Sambo ini menurut saya janggal’. Dia tidak mempengaruhi kalau ini. Benar. Tapi dia tersinggung sama saya,” katanya.

“Justru dia yang tersinggung chat-chat-an sama saya panjang, ‘Bang, kan saya nggak bilang Abang mempengaruhi Abang di publik’. ‘Ada masalah apa’, saya bilang. Itu dua,” sambung Sugeng.
Irjen Ferdy Sambo sewaktu menjalani persidangan etik

Di temui usai rapat, Sugeng mengungkapkan ada dua anggota DPR yang sempat bicara dengannya sesuai skenario awal Sambo ketika rapat sempat dibuat tertutup karena menyangkut identitas. “Ada menyebut nama (saat rapat MKD DPR tertutup). Ada 3 orang yang bicara dengan saya. 2 orang yang menurut saya mempengaruhi, 1 orang tidak,” kata Sugeng.

Saat ditanya soal nama, komisi, dan fraksi kedua anggota itu, Sugeng enggan membeberkannya. “Mohon maaf nggak bisa saya buka. Jangan fraksi, saya tidak sebut lagi. Komisi saya tidak sebut lagi,” ujar Sugeng.

Namun dia meyakini legislator tersebut tak terindikasi keterlibatannya dalam kasus Sambo. “Tidak, tidak ada,” ujarnya.

Sugeng IPW menduga kedua anggota DPR itu juga terpengaruh dengan skenario awal Sambo di mana Brigadir J dinarasikan terlibat aksi baku tembak antarpolisi dan merupakan pelaku pelecehan terhadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

“Iya mungkin dia juga dapat suara bohong kan. Dibohongi,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia kembali menegaskan kedua anggota DPR tak terlibat aliran dana dari Sambo. “Tidak, tidak,” katanya.

baca juga: Viral! Penjual Cincau Viral di Bogor