15/07/2024

Apakah Anda pecinta steak? Jika iya, tentu Anda tahu bahwa salah satu faktor kunci untuk mendapatkan steak yang lezat adalah pemilihan daging sapi yang tepat. Daging sapi yang enak untuk steak harus memiliki tekstur yang empuk, kaya rasa, dan mudah diolah. Dalam artikel ini, kami akan membahas berbagai bagian daging sapi yang cocok untuk dijadikan steak, serta memberikan tips mengolah Daging Sapi untuk Steak dengan sempurna. Simak informasi berikut ini!

 

Ribeye

Ribeye merupakan salah satu jenis steak yang paling populer dan banyak dicari oleh para pecinta daging sapi. Potongan daging ini diambil dari bagian tulang rusuk sapi, dan biasanya disajikan baik dengan tulang (tomahawk) maupun tanpa tulang. Ribeye memiliki kandungan lemak yang melimpah, yang memberikan rasa dan kelembutan pada daging. Lemak pada ribeye juga membantu menjaga kelembaban daging saat proses penggorengan atau pemanggangan. Salah satu jenis ribeye yang terkenal adalah ribeye Kobe, yang diambil dari jenis sapi Tajima yang dikembangbiakkan di Hyogo, Jepang. Daging ribeye sangat baik untuk diolah melalui proses dry aging, yang akan membuat steak menjadi lebih lembut dan beraroma khas.

Tenderloin
Tenderloin atau daging fillet merupakan bagian daging sapi yang terletak di bagian punggung atau tulang belakang sapi. Daging ini memiliki tekstur yang sangat empuk dan sedikit serat. Tenderloin memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit dibandingkan dengan ribeye, namun tetap memberikan cita rasa yang lezat. Potongan daging ini sering digunakan untuk membuat steak filet mignon, yang merupakan salah satu jenis steak paling mahal dan mewah. Untuk mengolah tenderloin, Anda dapat memanggangnya dengan cepat menggunakan api besar atau menggorengnya dengan sedikit minyak untuk mempertahankan kelembutannya.

Baca Juga  Wah! Ingin Menginap DiHotel? Simak Info Penting Ini 2022

Sirloin
Sirloin adalah bagian daging sapi yang terletak di antara tulang belakang dan pinggang sapi. Daging sirloin memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit dibandingkan dengan ribeye, namun tetap memberikan tekstur dan rasa yang enak. Sirloin biasanya memiliki sedikit lebih banyak serat dibandingkan dengan ribeye atau tenderloin, namun masih tergolong empuk dan cocok dijadikan steak. Potongan sirloin yang populer adalah New York strip steak, yang diambil dari bagian atas sirloin. Untuk mengolah sirloin, Anda dapat memanggangnya dengan api sedang atau memasaknya dengan cara sous vide untuk mendapatkan hasil yang sempurna.

T-Bone dan Porterhouse
T-Bone dan Porterhouse merupakan jenis steak yang memiliki kombinasi antara tenderloin dan sirloin. Kedua jenis steak ini diambil dari bagian tengah punggung sapi, dan memiliki tulang T yang memisahkan antara tenderloin dan sirloin. Perbedaan utama antara T-Bone dan Porterhouse adalah ukuran dan proporsi antara tenderloin dan sirloin. Porterhouse memiliki proporsi tenderloin yang lebih besar dibandingkan dengan T-Bone. Keduanya memberikan kombinasi rasa dan tekstur yang unik, dengan tenderloin yang lembut dan sirloin yang berotot. Untuk mengolah T-Bone atau Porterhouse, Anda dapat memanggangnya dengan api besar untuk memastikan kedua bagian daging matang dengan sempurna.

Flat Iron
Flat iron atau daging bahu sapi adalah bagian daging sapi yang relatif baru dalam dunia steak. Potongan daging ini diambil dari bagian bahu sapi dan memiliki tekstur yang empuk dan berair. Flat iron sering disebut sebagai “adik” dari daging tenderloin, karena memiliki tekstur yang mirip namun dengan ukuran yang lebih kecil. Daging flat iron memiliki kandungan lemak yang cukup tinggi, yang memberikan rasa dan kelembutan pada steak. Untuk mengolah flat iron, Anda dapat memanggangnya dengan metode grilling, broiling, atau pan-frying dengan sedikit garam dan lada hitam.

Baca Juga  Perbedaan Ungkep Dan Marinasi Mana Yang Lebih Baik?

 

Tips Mengolah Daging Sapi

  1. Pilihlah daging sapi segar dan berkualitas. Pastikan daging tidak berbau dan memiliki warna yang merah cerah. Daging yang memiliki marbling atau lemak yang terdistribusi merata akan memberikan rasa dan kelembutan yang maksimal pada steak.
  2. Sebelum mengolah daging, biarkan daging mencapai suhu ruang terlebih dahulu selama beberapa waktu. Hal ini akan membantu agar daging matang dengan sempurna dan merata.
  3. Sebelum memasak, bumbui daging dengan garam dan lada hitam secara merata. Anda juga dapat menambahkan bumbu lain seperti rosemary, thyme, atau garlic powder untuk memberikan aroma dan rasa yang lebih kaya.
  4. Untuk mengunci kelembutan dan kelembaban daging, panggang atau goreng daging dengan suhu tinggi dalam waktu singkat. Hal ini akan membantu membentuk kerak luar yang renyah sementara bagian dalam tetap empuk.
  5. Jangan terlalu sering membalik daging saat memasak. Biarkan daging matang dengan sempurna di satu sisi sebelum dipindahkan ke sisi lainnya. Hal ini akan membantu membentuk kerak luar yang sempurna.
  6. Setelah daging matang, biarkan daging istirahat selama beberapa menit sebelum disajikan. Proses istirahat ini akan membantu daging mempertahankan kelembutan dan kelembaban.
  7. Saat menyajikan steak, potong daging melawan seratnya untuk memastikan keempukan yang maksimal.